Kamis, 22 Maret 2012

Telat yang Membudaya......?


 POMOSDA(22/3/12)- Sudah menjadi budaya yang melekat dalam diri atau tidak . kebiasaan POMOSDA yang sering telat dalam pengaturan jadwal, misalnya saja pad pagi hari ini. Jadwal pemberangkatan yang seharusnya pada pukul 08.00 molor jauh hingga pukul 10.30 hal ini mengakibatkan para peserta menjadi galau tak tentu arah saat menunggu.

ekspresi peserta ksc VI setelah lama
menunggu mobil di jalankan
   Sudah pukul 09.30 para peserta diarahkan untuk menuju mobil yang telah tersedia. satu persatu anak masuk kedalam mobil. Mobil ini merupakan mobil elsa westeru yang sudah berumur lumayan tua. Udara panas menyengat pori - pori kulit karena didalam mobil para personil KSC berdesakan di tambah mobil ini tidak ber AC.

 
   Matahari semakin condong ke tengah jarum jam pun sudah mendekati angka 12. Kami menunggu personil- personil SMP POMOSDA yang bertempat tidak satu lokasi dengan kru KSC SMA POMOSDA. karena informasi yang kurang jelas maka timbul permasalahan baru, para personil saling mencari satu sama lain. setelah ditunggu kira - kira kurang lebih 45 menit anggota KSC smp tiba suasanapun semakin memanas karena kapasitas orang yang terlalu banyak dan kendaraan yang sempit

    Semua itupun terbayar dengan pemberangkatan mobil yang kita tumpangi. Sekitar pukul 11.00 mobil berangkat dan sekitar pukul 11.00 para personil KSC VI tiba di  Kediri  mal. Sesampainya disana mereka langsung bergegas menyusun mading kedalam ruangan yang telah tersediakan. Kebetulan stan SMA POMOSDA berada di pinggir paling pojok sehingga mendapatkan  tempat yang lumayan lebih luas.(Ali)
READ MORE - Telat yang Membudaya......?

Madingku ke Final party

Pengangkutan mading SMA POMOSDA

    POMOSDA(22/3/12)- Pelaksanaan final party kian hari kian dekat para pesertapun berantusias dalam menjalankan job masing masing. Mading SMA POMOSDA akan segera memberangkatkan madingnya. dari tadi pagi saja sudah terlihat kerja keras anak kru mading dalam memindahkan mading yang berada di aula untuk menuju ke depan gedung SMA POMOSDA yang letaknya kira kira 20 m dari lokasi sebelumnya.

   Mading SMA POMOSDA kali ini rencananya akan di berangkatkan kira - kira sekitar pukul 09.00 pagi. kendaraan yang digunakan adalan mobil pig up yang ukurannya tidak begitu besar. Jadi para anggota mading harus pintar- pintar menata layoter yang akan di pindahkan ke Kediri mal. karena kalau tidak lihai dalam hal tersebut, di takutkan sesaat sampai di lokasi tujuan mading akan rusak dan tidak dapat optimal dalam mengikuti perlombaan.

   Selain itu patung yang rencananya berbentuk robot juga diubah menjadi patung jerami yang sedang membatik. Dengan berpakaian lengkab ala adat Jawa patung tersebut diletakkan di atas papan yang tergeletak menjadi dasar mading SMA POMOSDA kali ini. Tokoh Wajah yang dimuat dalam objek ini adalah tokoh kebangsaan yang memperjuangkan emansipasi wanita dalam memperoleh pendidikan. Alasan dari kru mading mengambil gambar tersebut adalah untuk mengenang jasanya sekaligus beliau adalah salah seorang orang jawa yang setiap harinya mengenakan pakaian batik lengkap dengan kondenya.

    Karena mobil pig up hanya mampu menampung tubuh mading dan beberapa personilnya saja maka angota personil  yang lain dialihkan naik mobil elsa westeru.hal itu karena jumlah personil mading kali ini berjumlah 8 orang belum lagi jika di tambah dengan anggota jurnals blog yang berjumlah 3 orang. Sebenarnya pihak menejemen sudah mengatur hal ini. Misalnya dari personil mading yang seharusnya 15 anak menjadi 8 anak. Begitu juga dengan jurnalis blog dari 9 orang personil menjadi 3 orang personil atau per tim perwakilan satu orang.(Ali)   

 
READ MORE - Madingku ke Final party

Rabu, 21 Maret 2012

woow ..keren.!! Membatik ada di Pomosda loh !

Pewarnaan : Kain batik direndam air panas setelah pewarnaan.
     Pomosda-Batik budaya Indonesia yang sudah terkenal sampai mancanegara ini,ternyata juga menjadi salah satu pilihan exstrakulikuler  yang banyak diminati oleh Siswa  SMP Pomosda.Exstra yang digagaskan oleh Pak Bambang (Kepala Sekolah SMP Pomosda) ini merupakan exstra baru yang ada di SMP Pomosda .Exstra ini mulai ada sejak 1 setengah bulan yang lalu,atau sekitar bulan Februari yang lalu.

     Wow..keren kan ?.Pomosda sangat peduli terhadap Budaya bangsa. Exstra batik ini bertujuan untuk melestarikan Budaya Indonesia yang merupakan wawasan Nusantara,terutama di Jawa dan diharapkan  dapat mengembangkan batik di Indonesia. Selain itu juga diharapkan bisa meningkatkan kreatifitas siswa.Daripada itu,Siswa SMA Pomosda pun juga banyak yang menginginkan exstra ini ada di SMA Pomosda,tetapi keberadaannya masih dalam proses perencanaan. Meski begitu,Pak Ismadi sebagai pembimbing membatik mengaku bahwa exstra ini terbuka untuk siapa saja santri yang ingin belajar membatik.

     Pak Ismadi memilih mengajarkan Batik modern kepada para siswa didiknya,daripada harus memilih batik Tradisional.”Saya lebih mengajarkan batik modern,karena lebih mudah dan bahannya juga tidak terlalu rumit,dibandingkan dengan batik tradisional yang rumit”,Celetuk Pak Ismadi (12/03/12). Selain itu,pemahaman anak SMP yang sulit dan karena Kesenangan siswa dalam bermain warna juga menjadi alasan pak Ismadi untuk mengajarkan batik modern .

      Pak Ismadi sendiri sudah 10 tahun menggeluti bidang membatik. Hobi membatik yang mendorongnya bersemangat untuk menularkan ilmunya kepada anak didiknya. Trik-trik batik yang diajarkan juga berasal dari kreatifitas beliau sendiri.Terkadang ada beberapa kendala dalam mengajar .”agak kesulitan mengajar anak SMP,pemahamannya kurang penuh”,Ungkap Pak Ismadi (21/03/12).(Dinda)
READ MORE - woow ..keren.!! Membatik ada di Pomosda loh !

Dag Dig Dug Selangkah Lagi ke Medan Perang

            POMOSDA(21/3/12)-Sudah tak terasa besok mading SMA POMOSDA akan di kirim ke Kediri mal, tempat dimana final party berlangsung. Misalnya pada pukul 02.00 saja tim mading sudah mempersiapkan diri untuk mengangkut mading untuk mengikuti perang mading yang akan dilaksanakan pada tanggal 23-25 maret mendatang. Final party kali ini mengambil tempat di Kediri mal lantai 5 dengan peserta 58 mading yang berasal dari sekolahan sekarisidenan Kediri.

            Banyak persiapan persiapan yang harus dilakukan menjelang acara final party. Pertama- tama dari segi kejiwaan, para peserta harus memiliki mental yang terbangun supaya tidak grogi, gengsi ataupun minder. Selain itu iringan doa juga harus di haturkan kepada sang kuasa supaya mendapat rahmat dan hidayahnya. Selain dari segi psikolong kesiapan akan mateerial juga harus fix. Misalnya dari segi artikel ataupun dari segi layoter.

             Kalau dilihat dari segi layoter mading SMA pomosda hanya perlu membenahi beberapa sudut tertentu dan menambahkan obyek - obyek tertentu. Tulisan judul mading rencananya akan di ganti dengan disain yang lain. Hal ini karena disain judul mading  lalu dinilai banyak orang terbaca" Gorengan Malam Tangan Anak Bangsa" padahal kata gorengan seharusnya dibaca goresan. Selain pengubahan bentuk tulisan judul rencananya kru mading juga akan membuat robot- robotan yang terbuat dari kardus.
     
            Pada malam yang dingin ini kru mading akan bekerja nglembur karena besok mading sudah di angkut ke medan tempur. Jika diprosentase penggarapan mading kira- kira sudah mencapai 70%. Menurut Aruhul ( salah seorang kru mading SMA POMOSDA) perlombaan mading kali ini merupakan perlombaan yang sangat menyenangkan karena selain berkompetisi para peserta juga dapat nyantai dan reflesing karena teempat perlombaan berada tepat di Kediri mal.(Ali)
     
READ MORE - Dag Dig Dug Selangkah Lagi ke Medan Perang

Selasa, 20 Maret 2012

horeeee !!!! Pomosda Goes to ILP's Got Talent

     Budaya berbahasa di Pomosda melatih dan meningkatkan kemampuan para santri untuk berbahasa Inggris dan bahasa Arab.Beberapa santri memang sudah memiliki talenta atau kemampuan  dalam berbahasa,talenta itu mereka wujudkan dengan mengikuti ILP’s Got Talent.Ada beberapa kategori-kategori dalam ILP’s Got Talent tersebut,dan mereka mewakili SMA Pomosda dalam beberapa kategori sesuai dengan talenta berbahasa yang mereka miliki.Kategori-kategori ILP’s yaitu : Public speaking ,Broadcast,Puisi B.inggris,Story Telling.Sebelum acara seleksi dimulai,mereka telah mempersiapkan diri dengan banyak berlatih dan tampil di acara Pomosda Goes to School Contest pada tanggal 12 Maret 2012 yang lalu di Balairung Pomosda,para peserta menampilkan talentanya masing-masing dengan ekspresi yang bermacam-macam.




     Seleksi yang dilakukan pada tanggal 17 Maret kemarin,membuahkan hasil.Dari beberapa orang yang diberangkatkan untuk mewakili SMA Pomosda,ada dua orang yang berhasil LOLOS menuju babak Final Party.Putri Zakia Salsabila sebagai perwakilan Puisi berbahasa Inggris dan Fitria Putra Atika yang menjadi perwakilan kategori Story Telling.Perfomance dan kemampuan berbahasa yang baik membuat mereka berhasil mewakili SMA Pomosda di ILP’s Got Talent. Walaupun ada perwakilan lain yang tidak berhasil masuk babak final,tapi mereka semua tetap semangat dan mendukung para perwakilan yang masuk babak final.




      Banyaknya peserta yang ikut ILP’s Got Talent’s tak menjadi kendala bagi mereka berdua.Kemampuan berbahasa yang mereka miliki menjadi modal utama ikut kompetisi tersebut.Di Pomosda memang menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab sebagai bahasa sehari-hari,sehingga itu yang melatih kemampuan berbahasa mereka.Perfomance mereka juga tak kalah hebatnya dari peserta dari sekolah lain.




     Pasca Pengumuman yang lolos babak final,mereka pun terus berlatih dengan lebih semangat dan ekspresif.Waktu yang sebegitu singkat juga mereka buat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa mereka,agar bisa tampil maksimal di acara FINAL PARTY nanti.
READ MORE - horeeee !!!! Pomosda Goes to ILP's Got Talent

Senin, 19 Maret 2012

Freedom Tak Berhasil Masuk Final Party

Penampilan : Perfomance FREEDOM Band saat di Panggung 

.(17/03)

     Sejak sebulan yang lalu,para grub band dari SMA POMOSDA yang bernama FREEDOM sudah berlatih keras untuk mempersiapkan penampilan di acara Honda-School Band Contest KSC IV. Tanggal  19 Maret 2012 kemarin,Freedom Band pun menampilkan hasil latihannya selama ini.Persiapan yang sudah matang menjadi bekal mereka untuk mengikuti School Band Contest ini.Namun Pomosda harus menerima hasil tidak seperti harapan.Pomosda yang setiap tahunnya selalu mengikuti Contest Band yang diadakan oleh Radar Kediri,selalu bersemangat dalam berpartisipasi . Pomosda sudah yang keempat kalinya mengikuti Band Contest ini.
     Lagu yang dinyanyikan dalam babak Eliminasi kemarin ada 3 lagu ,yaitu One Heart sebagai lagu sponsor,dan lagu Gambang Suling yang sudah diarasemen sebagai lagu wajib ,dan lagu dari ASAP BAND sebagai lagu bebas.Personil Band ini berjumlah 8 orang,dengan 2 Vokalis,1 Drumb,2 Gitaris,1 Gambang,1 Angklung,dan 1 Keyboard.Dengan alat musik tambahan yaitu Angklung dan Gambang Band ini sesuai dengan tema yang ditentukan oleh Radar Kediri yaitu Modern Etcnic.
     Pomosda menerima hasil yang didapat dengan lapang dada,Freedom Band gagal masuk final party.Ada beberapa kesalahan dalam perfomence di School Band Contest.”disana sedikit tidak sesuai harapan,sebenarnya kalau masalah memenuhi syarat sudah terpenuhi,dan improvisasinya juga tidak kalah dengan band dari sekolah lain,tetapi ada beberapa kesalahan dalam Vokal dan Keyboard“,Celetuk Bayu Krista Pelatih Freedom Band(19/03).Para personil Freedom Band diperkirakan juga mengalami demam panggung.Hal itu yang menjadi kendala beberapa kesalahan penampilan.Meski gagal masuk final party,tetapi FREEDOM Band masih terlihat terus berlatih di Studio Band SMA Pomosda.Mereka tidak menjadikan Kegagalan sebagai alsan untuk pantang menyerah dan bermalas-malasan. ”Saya berharap Freedom Band lebih baik lagi dan semangat”,harap Bayu Krista.

READ MORE - Freedom Tak Berhasil Masuk Final Party

Bantara Yang tak Terlupakan

prosesi pelantikan bantara
SMA POMOSDA

              POMOSDA(19/3/2012)- Sudah tak terasa para santriwan atau santriwati telah menjadi anggota bantara. Event yang di laksanakan pada hari minggu kemarin(18/3/2012) merupakan event yang sangat penting dan mungkin tak dapat dilupakan oleh santri - santri POMOSDA. 

              
             Penjelajahan dimulai pukul 08.00, peserta bersiap siap dengan atribut yang beraneka ragam. hal ini dikarenaknan setiap kelompok harus menggunakan atribut yang mencirikan ciri khas kelompoknya. misalnya dari sanggah pencoba ambalan gajah mada 1 yatu mengenakan hasduk, sedangkan kelompok penegas ambalan gajah mada 1 mengenakan kresek hitam yang di jadikan topi untuk ciri khas kelompok mereka. Tahap pemberangkatan yaitu dari lapangan basket POMOSDA,di pos 1 ini terdapat satu permainan, barang siapa yang lebih dulu menyusun peta maka kelompok/ sanggah tersebutllah yang akan terlebih dulu berangkat menjelajah.

               Setelah berangkat dari pos satu para penempu bantara melanjutkan menuju pos 2 yang letaknya kira- kira 500m dari pos 1. Di pos 2 di sajikan materi baris berbaris dengan menggunakan bahasa asing. Rute selanjutnya adalah area sawah para santri ditugasi untuk menuju ke pos 3 dengan mencari rute terbaik dan dirasa aman untuk berjalan. Sepanjang perjalanan para penempu bantara mengisi sku(suatu tanda atau surat kecakapan umum), Karena dalam menjadi seorang bantara para santri harus mengisi sku tersebut. Begitu pula juga dengan pos 4.
  
              Karena acara ini membutuhkan waktu yang cukup lama maka pos  5 merupakan tempat istirahat sekaligus tembat untuk sholat Dzuhur. Hal ini karena pos 5 merupakan sebuah mushola. sekitar satu jam setengah para santri beristirahat di pos 5 setelah itu para sntri melanjutkan perjalanan menuju ke pos 6 yang letaknya berada di lapangan.

             Upacara pelantikan bantara di laksanakan setelah makan siang, meski lauk pauk tak seenak di rumah hal ini terlupakan setelah kebersamaan dan kegembiraan dirasa. Pukul 14.00 acara pelantikan bantara     
dilaksanakan, acara ini berjalan lancar tanpa hambatan.(ALI)
READ MORE - Bantara Yang tak Terlupakan

 
Design by Mustofa Abdul Hanan | Achmad Ali Fauzi | Dinda Nindya Putri