Tampilkan postingan dengan label ILP got talent. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILP got talent. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Maret 2012

Penampilan Si Trio Smash

     Wowww....... 3 Penyanyi asal SMA 1 Kediri yang sedang duduk di kelas 2 SMA itu terlihat memukau di atas panggung.Ketiganya tampil sekitar pukul 17.00 WIB (23/03) di acara Kediri School Contest VI.Talenta yang mereka tampilkan dalam ILP’s Got Talent adalah Sing of English.Claudya dan Irma Ratnasari, 2 Vokalis cantik dan bersuara merdu tersebut menyanyikan lagu milik Far East Movement yang berjudul “Like a G9” dengan diringi oleh  gitaris imut bernama Citra Purbandini.Lagu yang mereka nyanyikan ,sangat nyaman didengar ditelinga.

     Latihan yang hanya 4 hari,tidak membuat penampilan mereka diatas panggung terlihat buruk.Meski baru pertama kali mengikuti contest ILP’s Got Talent,tetapi mereka tampil dengan baik di atas panggung,para penonton pun terpukau dengan penampilan mereka.Pendukung mereka dari SMAN 1 Kediri pun juga sangat antusias dengan penampilan wakil dari SMAN 1 Kediri tersebut.

     Beberapa kendala pun ditemui mereka saat latihan.Suara habis ,karena keseringan berlatih menyanyi membuat Claudya harus berusaha lebih keras untuk memberikan penampilan terbaik saat Finl Party .Pronouncention tidak menjadi kendala bagi mereka ,karena mereka mengaku sudah terbiasa dengan itu.”Perasaan dredeg karena bisa masuk 3 besar,seneng bisa membawa nama baik sekolah”,ujar Claudya (23/03) saat diwawancarai oleh Crew D’half.(Dinda)
READ MORE - Penampilan Si Trio Smash

Atraktif dengan teriakannya


Terlihat ekspresi tegang dari wajah Putri Zakia Salsabila saat membawakan puisi di acara ILP   
     Kediri-Keriuhan penonton terjadi ketika Jaka Priradidi dan Putri Zakia Salsabila yang berteriak menampilkan talenta mereka berpuisi bahasa Inggris di Acara Final Party School Contest pukul 17.30 WIB. Penampilan mereka sangat expresif dan energik,apalagi diiringi alunan musik Iwan Fals yang berjudul “Bongkar” .Alunan musik yang mengiringi Jaka dan Salsabila berasal dari petikan dan pukulan tangan Mohammad Bashori dan Thoriq.Alunan musik yang mengiringi mereka memang sangat cocok dengan makna yang terkandung dalam puisi yang mereka tampilkan. Judul dari puisi mereka sendiri adalah “Literature Of a Factory Worker In The Clamorous Jakarta”. Sedangkan makna dari puisi itu adalah kritik sosial terhadap Jakarta,karena kehidupan dan gaya hidup masyarakat sekarang terutama di Jakarta sudah rusak. Apalagi lirik “Jika cinta sudah dibuang,jangan harap keadilan akan datang” ,lirik tersebut sangat mengena sekali dengan makna puisi yang diapresiasikan oleh mereka.

     Talenta yang mereka miliki memang mampu memukau para penonton maupun Juri, terutama juri yang berasal dari Luar Negeri yang memang sangat memahami betul Bahasa Inggris dan Pronounciation yang diucapkan oleh Putri Zakia Salsabila dan Jaka Priradidi. Juri terpukau dengan penampilan mereka ,dan mengungkapkan kekaguman dalam komentarnya. Dalam bahasa Inggris juri mengatakan bahwa Juri sangat menyukai penampilan mereka,juga suka denganmakna yang ada dalam puisi mereka.Juri pun juga suka dengan makna tentang kritik sosial untuk Jakarta.Padahal mereka baru berlatih 2 minggu yang lalu.

     “Saya tidak terlalu berharap apapun,setidaknya kami semua tidak mengecewakan orang yang telah bersusah payah melatih kami untuk mengasah talenta kami di ILP’s Got Talent”,Ungkap Putri Zakia Salsabila.(Dinda)
READ MORE - Atraktif dengan teriakannya

Selasa, 20 Maret 2012

horeeee !!!! Pomosda Goes to ILP's Got Talent

     Budaya berbahasa di Pomosda melatih dan meningkatkan kemampuan para santri untuk berbahasa Inggris dan bahasa Arab.Beberapa santri memang sudah memiliki talenta atau kemampuan  dalam berbahasa,talenta itu mereka wujudkan dengan mengikuti ILP’s Got Talent.Ada beberapa kategori-kategori dalam ILP’s Got Talent tersebut,dan mereka mewakili SMA Pomosda dalam beberapa kategori sesuai dengan talenta berbahasa yang mereka miliki.Kategori-kategori ILP’s yaitu : Public speaking ,Broadcast,Puisi B.inggris,Story Telling.Sebelum acara seleksi dimulai,mereka telah mempersiapkan diri dengan banyak berlatih dan tampil di acara Pomosda Goes to School Contest pada tanggal 12 Maret 2012 yang lalu di Balairung Pomosda,para peserta menampilkan talentanya masing-masing dengan ekspresi yang bermacam-macam.




     Seleksi yang dilakukan pada tanggal 17 Maret kemarin,membuahkan hasil.Dari beberapa orang yang diberangkatkan untuk mewakili SMA Pomosda,ada dua orang yang berhasil LOLOS menuju babak Final Party.Putri Zakia Salsabila sebagai perwakilan Puisi berbahasa Inggris dan Fitria Putra Atika yang menjadi perwakilan kategori Story Telling.Perfomance dan kemampuan berbahasa yang baik membuat mereka berhasil mewakili SMA Pomosda di ILP’s Got Talent. Walaupun ada perwakilan lain yang tidak berhasil masuk babak final,tapi mereka semua tetap semangat dan mendukung para perwakilan yang masuk babak final.




      Banyaknya peserta yang ikut ILP’s Got Talent’s tak menjadi kendala bagi mereka berdua.Kemampuan berbahasa yang mereka miliki menjadi modal utama ikut kompetisi tersebut.Di Pomosda memang menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab sebagai bahasa sehari-hari,sehingga itu yang melatih kemampuan berbahasa mereka.Perfomance mereka juga tak kalah hebatnya dari peserta dari sekolah lain.




     Pasca Pengumuman yang lolos babak final,mereka pun terus berlatih dengan lebih semangat dan ekspresif.Waktu yang sebegitu singkat juga mereka buat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa mereka,agar bisa tampil maksimal di acara FINAL PARTY nanti.
READ MORE - horeeee !!!! Pomosda Goes to ILP's Got Talent

Sabtu, 10 Maret 2012

Pomosda Goes To Kediri

     POMOSDA selalu memfasilitasi Santrinya untuk mengembangkan bakat yang dimiliki masing-masing santri. Salah satu dengan acara POMOSDA Goes To Kediri, yang telah diselenggarakan kemarin Malam (10/3). Malam minggu yang biasanya diisi dengan Kegiatan Public Speaking  berubah menjadi acara persiapan Para santri yang akan mengikuti KSC IV. KSC IV merupakan acara yang bergengsi di Karesidenan Kediri, Contest yang mewadahi bakat-bakat para siswa-siswi SMP maupun SMA se-karesidenan Kediri. Acara yang dikoordinatori oleh Racmad Febriarto dan Ustad Akmal selaku Penanggung jawab ini bertujuan untuk memaksimalkan bakat santri.

     Pukul 20.30 , acara POMOSDA Goes To Kediri pun dimulai. Acara di bawakan oleh 4 pembawa acara yaitu Ari, Samsul, Robin dan satu santriwati bernama Ikko. Dengan semangat serta antusias audience, acara pun dimulai dengan kemeriahan tepuk tangan audience. Para peserta akan mendapatkan giliran naik ke panggung untuk menampilkan bakatnya masing-masing. Mereka meanampilkan bakat masing-masing yang berkaitan dengan tema dari Radar Kediri yaitu Modern Ethnic.

     POMOSDA Goes To Kediri diawali dengan Speech atau Berpidato dengan Menggunakan Bahasa Inggris, yang  ditampilkan oleh Desita Erin Istiqomah, Soni Chamid Syaifullah dan Fahmi Al Gazali dari SMA POMOSDA lainnya. Sedangkan dari SMP POMOSDA diwakili oleh Ridwan Nafi’I dan Eka Agustina. Para peserta berpidato dengan penuh expresi dan semangat serta pengucapan bahasa Ingris yang keren.

     Penampilan kedua adalah News Reading atau membaca berita dengan Berbahasa Inggris. SMA POMOSDA diwakili oleh Syahroni Nur’arifin dan Ananda Zahrotun Nisa’. Keduanya mengenakan baju Batik Sarimbit atau Baju Batik yang berpasangan. Peserta Kedua  adalah Qiwarunnisa’ dan Subhan yang juga mengenakan baju batik sarimbit. Ada pula perwakilan dari SMP POMOSDA yaitu Dico. Semua peserta news reading tampak berekspresi saat membawakan berita.

     Teling Story juga merupakan bakat yang telah ditampilkan di Acara POMOSDA Goes to Kediri. Salah satu pesertanya Dzikra Nela Sativa yang bercerita tentang Roro Jongrang.

Beberapa bakat telah ditampilkan oleh Para peserta KSC IV dengan penuh kemeriahan. Ada 7 bakat yang telah ditampilkan Santri dalam Acara POMOSDA Goes To Kediri. Acara diakhiri oleh tampilan Band  STT POMOSDA yang ikut serta memeriahkan acara itu. Pukul 24.30 semua  Audience kembali ke Asrama untuk beristirahat.(Dinda)
READ MORE - Pomosda Goes To Kediri

 
Design by Mustofa Abdul Hanan | Achmad Ali Fauzi | Dinda Nindya Putri