Tampilkan postingan dengan label Perang Mading. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perang Mading. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Maret 2012

Uforia Mts Puncu


Aksi aneh mereka di depan panggung KSC VI
     Kediri-Pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIT(24/04),ada-ada saja aksi aneh yang dilakukan oleh salah satu peserta crew mading di Perang mading School Contest VI.Crew Mading dari Mts Negeri Puncu tersebut,masuk area Grand Ball Room dengan berbaris rapi dan menyanyikan lagu yel-yel dengan semangat.Ide kreatif ini mereka lakukan untuk menyemangati diri sendiri juga agar orang lain ikut semangat seperti mereka.Aksi seperti itu tidak hanya mereka lakukan di School Contest VI,tetapi juga mereka lakukan di School contest V tahun lalu di IKCC.Setelah masuk dari Pintu masuk Grand Ball Room,mereka menuju depan panggung dengan langkah unik sambil bernyanyi.Saat di Depan panggung ,mereka berhenti dan membentuk lingkaran.Dengan semangatnya berbagai penampilan unik dan menarik pun mereka tunjukan.Para Peserta School Contet pun juga ikut terengah-engah melihat aksi yang dilakukan oleh Crew mading dari Mts Negeri Puncu tesebut.
    Lain daripada yang lain .”yang pasti kita lebih uforia,lebiih menambah kesan wah lagii saat ini”,seru mereka. Crew mading yang berjumlah 8 anggota ini,selalu ingin semangat dlam berbagai aktivitas.Judul dari mading mereka sendiri adalah “ Cultural Islami School” yang memiliki arti sekolah berbudaya.Kostumnya pula juga kompak.Memang School Contest VI diwarnai oleh beraneka macam aksi unik Peserta.
READ MORE - Uforia Mts Puncu

Kostum Unik Pengunjungpun Tertarik

Eksotik, kostum yang di kenakan oleh salah satu anggota mading  di KSC VI

      Kediri(24/3/12) Suasana di dalam lantai paling atas Kediri mall masih seperti kemarin. Akan tetapi warna warni tingkah laku para Anggota kru mading semakin beraneka ragam. Kostum yang di kenakan mereka pun cukup mengundang panyak perhatian para pengunjung yang ada di dalam gedung.Pakaian tersebut merupakan pakaian yang telah disepakati oleh masing - masing anggota desain yang digunakanpun sangat menarik.

      Bentuk dari masing masing kostum antar peserta pun juga sangat beragam  mulai dari wayang, robot, dan gabungan antara keduanya. Kostum yang unik - unik tersebut dirancang oleh masing masing kru madig yang mewakili masing - masing sekolahnya.selain model wayang dan robot banyak peserta yang menggunakan pakaian khas tradisional suku - suku yang ada di daerah Indonesia.
 
      Papua merupakan salah satu sorotan utama dalam event kali ini. Mulai dari kostum, rumah, dan seluruh topikpun dibahas dalam mading. Karena pakaian yang digunakan cukup simpel dan mudah dibuat maka banyak peserta yang membuat pakaian tradisional tersebut. Misalnya saja dari MTSN 2 Kediri mereka menggunakan kostum kuning dengan bawahan rafia kuning yang di uraikan sehinggan berbentuk seperti jerami. Kostum ini di buat supaya ada keselarasian dengan antara personil mading dengan layout yang telah di buat.

SMAN Puncu dengan kostum
 khas robot wayangnya
      Selain banyak yang menggunakan tema negri burung cenddrawasih. Para peserta juga  banyak mengambil tema gabungan antara wayang dengan robot. Salah satunya adalah SMAN 1 Puncu mereka mengenakan kostum robot yang berbentuk wayang. Dua orang dari anggota mereka rela untuk menjadi patung robot wayang. Anisa seorang kru mading tersebut rela menjadi wayang robot, dalam menjadi salah satu objek ini, kru yang ditugasi diwajibkan berlagak kaku seperti robot. Alasan mereka mengenakan kostum tersebut adalah menyamakan derajat para siswa dari sekolah lain yang lebih moderen hal ini di karenakan letak sekolah mereka berada di pegunungan.
          Mereka mengambil kostum seperti itu supaya pengunjung tertarik untuk mengunjungi sekaligus membembaca artikel yang telah mareka buat. Bahan baku yang di kenakan juga tidak begitu sulit di cari mereka hanya menggunakan bahan kardus bekas dan botol aqua yang sudah tak terpakai lagi. Setelah mengumpulkan bahan - bahan tersebut mereka mengecat dan memotong sesuai pola yang di inginkan. Mereka memakai kostum tersebut secara bergantian. Jadi satu hari penuh tidak kaku seperti robot Dengan adanya kostum maka pengunjung akan lebih tertarik untuk mengunjungi stan mading.(Ali)      
READ MORE - Kostum Unik Pengunjungpun Tertarik

Hari penilaian, dua Mading SMA Ambruk

Mading SMAN 1 Nganjuk yang runtuh tadi pagi
      Grand Ball Room- Malang nian nasib Mading SMAN 1 Nganjuk,2  mading 3D mereka ambruk berantakan.Terlihat kekacauan mading mereka,mading yang kemarin masih terlihat kokoh,kini menjadi tumpukan staerofoam yang berantakan. Sejak Grand Ball Room dibuka,kedua mading tersebut sudah terlihat ambruk dan hancur.Hal itu menjadi perhatian banyak peserta School Contest VI.
     Pukul 09.22 Para crew mading SMAN 1 Nganjuk belum datang ke lokasi kejadian.Padahal hari ini (24/03) adalah hari terakhir penilaian mading.Mading yang berjudul “Jagoan Indonesia” tersebut ambruk menimpa Mading B  mereka yang berjudul “AVATAR”  .Mading B SMAN 1 Nganjuk yang berada disebelahnya  pun juga ikut ambruk berantakan.Kedua mading tersebut pun tidak dapat diharapkan lagi.Mereka terlihat kecewa dengan apa yang terjadi pada mading mereka.
     Padalah,sebelum mading mereka ambruk ,mading mereka termasuk mading yang lumayan diminati pengunjung.Robot yang kemarin dikagumi ,kini malah menghancurkan mading mereka.Robot tersebut kemarin masih berdiri gagah,namun kini terlihat terkulai di lantai.Robot itu pulalah yang menimpa Mading B SMAN 1 Nganjuk yang Layouternya merupakan avatar raksasa wajah manusia.(Ali)
READ MORE - Hari penilaian, dua Mading SMA Ambruk

Jumat, 23 Maret 2012

SMA PETRA ,Uniik dengan kostum ketopraknya

    KEDIRI MALL -Ada yang Unik niih di Perang Mading VI by Radar Kediri .Para Crew mading dari SMA Petra Kediri terlihat unik dengan pakaian ketoprak yang dikenakannya. Keunikan tersebebut bukan tanpa alasan,tetapi karena mereka menyesuaikan judul yang mereka ambil “Ketropak Tobong Mencoba Bertahan”.Delapan crew  mading sangat antusias ketika disodori beberapa pertanyaan dari tim Blog.Pertanyaan demi pertanyaan pun dijawab dengan ramah.Mading SMA Petra tersebut dibuat sejak 2 minggu yang lalu.Waktu yang lumayan singkat dalam pembuatan mading 3 Dimensi tersebut.

     Crew Mading SMA Petra mengambil judul “Ketoprak Tobong Mencoba Bertahan” ,karena ketoprak Tobong sudah mulai punah ,maka mereka ingin memperkenalkan tentang kebudayaan “Ketoprak Tobong” kesemua pengunjungyang datang melihat,agar mereka mengenal lagi Ketoprak Tobong.Saat ini,Ketoprak Tobong memang tidak banyak peminatnya .Selain itu ,ketoprak yang merupakan kebudayaan asli Indonesia ini semakin terlindas jaman,hanya dipandang sebelah mata  oleh masyarakat,karena masyarakat sudah beralih pandangan ke Televisi atau bioskop yang menyajikan kisah-kisah yang lebih modern.Hal itu membuat Kebudayaan asli Indonesia ,perlahan-lahan punah,dan bisa jadi akan diklaim Negara lain.

     Di  Kediri  sendiri,hanya ada satu kelompok Ketoprak yang terdapat di daerah Pagu,Pare.Hal itu menjadi kendala Para Crew Mading dalam peliputan.Masalah waktu juga menjadi kendala peliputan untuk artikel yang akan disajikan di Mading mereka.Waktu Peliputan tentang Ketropak sekitar pukul 9 malam,karena Ketoprak Tobong hanya ada pada malam hari.Mereka senang karena telah masuk Final Party School Contest.”Kami seneng banget,perjuanangan kami selama ini gak sia-sia.Kami ingin ketopak dikenal sampai kapan pun,"papar salah satu Crew Mading dari SMA Petra.(Dinda)
READ MORE - SMA PETRA ,Uniik dengan kostum ketopraknya

Kamis, 22 Maret 2012

Daun Kering Pembangun Motivasi


    Kediri(23/3/12)-Daun memang sudah tidak asing lagi kita lihat dalam kehidupan sehari- hari. ya itu karena di setiap sisi kehidupan kita dapat melihatnya. Tapi bagaimana kalau di ajang perlombaan ataupun ajang bergengsi se karisidenan Kediri? Ini memang sanagat asing, akan tetapi karena tema mading yang di ambil pada KSC VI kali ini  adalah peleburan era moderen dengan era traisional maka banyak sekali mading yang menggunakan bahan bahan alami seperti daun - daun ataupun batang dan ranting yang sudah kering.

     Daun ataupun ranting merupakan daun - daun dan ranting - ranting pilihan yang sudah di disain dan di bentuk sesuai ukuran yang di butuhkan. Misalnya kita ambil saja contoh mading karya anak SMAN 5 kediri. Mereka menggunakan daun bambu, Batang pohon pisang, dan ranting ranting pohan pohon bambu. Bahan - bahan di pergunakan sebagai objek mading, hal ini dikarenakan bahan - bahan tersebut sangat  mudah ditemui di sekitar gedung tempat sekolah mereka berdiri.

     Di sekitar gedung sekolah mereka terdapat perkebunan yang didalamnya terdapat pohon pisang dan bambu yang tumbuh subur. Hal ini membuat para kru mading termotivasi akan menggunakna bahan - bahan tersebut sebagai salah satu bagian dari objek dalam madingnya.Daun daun bambu di pasang sedemikian rupa menjadi sebuah atap sedagkan pelepah pisang yang kering digunakan sebagai pelapis dinding mading mereka. Selain itu mereka juga menggunakan ranting - ranting pohon bambu sebagai obyek depan sekaligus sebagai efek pohon.

Mading karya SMA 5 Kediri dengan objek daun kering yang di jadikan atap dan  dinding
    Mading yang dibuat sekitar tanggal 2 maret ini mendapat antusias dari pengunjung karena memiliki disain yang unik dan juga menarik, untuk membuat mading ini di butuhkan tenaga kerja yang cukup banyak, yaitu sekitar 20 orang akan tetapi diwaktu perlombaan mereka hanya mengirimkan 8 orang personil. Selain itu mading ini juga merupakan salah satu mading yang bisa di di masuki oleh para pengunjung hal ini karena layoter mading berbentuk seperti rumah.Seorang anggota personil mading, sebut saja Ade ia adalah seorang ketua dari mading tersebut.Ia merasa sangat bangga karena dapat mengikkuti ajan perlomban yang di selenggarakan oleh radar kediri kali ini Ia juga merasa termotivasi dengan ide ide dari sekolah lain.
READ MORE - Daun Kering Pembangun Motivasi

Rabu, 21 Maret 2012

Dag Dig Dug Selangkah Lagi ke Medan Perang

            POMOSDA(21/3/12)-Sudah tak terasa besok mading SMA POMOSDA akan di kirim ke Kediri mal, tempat dimana final party berlangsung. Misalnya pada pukul 02.00 saja tim mading sudah mempersiapkan diri untuk mengangkut mading untuk mengikuti perang mading yang akan dilaksanakan pada tanggal 23-25 maret mendatang. Final party kali ini mengambil tempat di Kediri mal lantai 5 dengan peserta 58 mading yang berasal dari sekolahan sekarisidenan Kediri.

            Banyak persiapan persiapan yang harus dilakukan menjelang acara final party. Pertama- tama dari segi kejiwaan, para peserta harus memiliki mental yang terbangun supaya tidak grogi, gengsi ataupun minder. Selain itu iringan doa juga harus di haturkan kepada sang kuasa supaya mendapat rahmat dan hidayahnya. Selain dari segi psikolong kesiapan akan mateerial juga harus fix. Misalnya dari segi artikel ataupun dari segi layoter.

             Kalau dilihat dari segi layoter mading SMA pomosda hanya perlu membenahi beberapa sudut tertentu dan menambahkan obyek - obyek tertentu. Tulisan judul mading rencananya akan di ganti dengan disain yang lain. Hal ini karena disain judul mading  lalu dinilai banyak orang terbaca" Gorengan Malam Tangan Anak Bangsa" padahal kata gorengan seharusnya dibaca goresan. Selain pengubahan bentuk tulisan judul rencananya kru mading juga akan membuat robot- robotan yang terbuat dari kardus.
     
            Pada malam yang dingin ini kru mading akan bekerja nglembur karena besok mading sudah di angkut ke medan tempur. Jika diprosentase penggarapan mading kira- kira sudah mencapai 70%. Menurut Aruhul ( salah seorang kru mading SMA POMOSDA) perlombaan mading kali ini merupakan perlombaan yang sangat menyenangkan karena selain berkompetisi para peserta juga dapat nyantai dan reflesing karena teempat perlombaan berada tepat di Kediri mal.(Ali)
     
READ MORE - Dag Dig Dug Selangkah Lagi ke Medan Perang

Sabtu, 17 Maret 2012

Tik...Tik...Tik...Hitungan Detik Mulai Penilaian Mading

persiapan sebelum dikirim ke Kediri  mall
     POMOSDA (03.30) - Sudah tak terasa bahwasannya pengumpulan photo mading akan ditutup nanti malam (17 maret 2012). Kru mading SMA POMOSDApun dengan sigab menyelesaikan mading yang sudah digarab kurang lebih 2 minggu. Di lihat dari segi fisiknya saja sudah terlihat bahwasanya mading yang diberi berjudul "Goresan Tangan Anak Bangsa" sudah sangat layak jikalau diikutkan dalam sebuah kompetisi perlombaan.

          Karena akan segera dilaksanakan pengambilan gambar maka kru mading yang beranggotakan 14 anak tersebut bekerja lebih keras (nglembur) dari tadi malam hingga subuh. Selain itu mereka juga merelakan belajarnya di kelas untuk menyelesaikan mading yang mereka buat. Meski demikian mereka tetap bersemangat karena mereka tau bahwasanya amanah yang lebih penting ada di atas pundak mereka.

         Pembuatan pertama dilakukan di ruang tukang yang berada kurang lebih 300m dari gedung SMA POMOSDA. Disanalah dibuat acesoris-acesoris layouter yang berbahan baku dari kayu ataupun  yang menggunakan alat-alat berat seperti palu, paku, dan alat tukang lainnya. Setelah terbentuk bingkai dan alasnya mading dibawa ke gedung aula SMA POMOSDA, hal ini di maksudkan supaya pengerjaan mading lebih mudah di pantau oleh pembimbing-pembimbing kru mading.

          Di Aulalah para kru mading POMOSDA menyelesaikan madingnya. Alvan fuad A(salah sseorang kru mading) menuturkan pengerjaan mading kali ini sudah mencapai 90% jikalau dilihat dari segi layoter ataupun survayer. Jadi kalau pengambilan gambar atau foto paling lambat nanti malam sangat memungkinkan mading akan selesai lebih cepat sebelum waktu yang ditentukan habis.(Ali)

                                                                                                                                     
READ MORE - Tik...Tik...Tik...Hitungan Detik Mulai Penilaian Mading

Rabu, 14 Maret 2012

Crew Survior Mading Ngebut Bikin Artikel

     POMOSDA - Crew Survior mading sedang sibuk-sibuknya mengerjakan mading. Membuat artikel adalah kesibukan para crew survior mading SMA Pomosda pra-perang mading (14/03).Artikel merupakan suatu hal yang wajib ada di dalam mading.Namanya saja majalah dinding ,pasti memuat informasi-informasi yang menarik minat seseorang untuk membaca mading tersebut.

     Para crew mading survior,sejak 20 Februari mulai mengerjakan artikel untuk disajikan di dalam mading.Artikel yang disajikan tersebut meliputi artikel wajib (Honda,Flexi) ,Deteksi,Sastra,Wawasan.Deteksi merupakan artikel yang menyebar keseluruhan terkait dengan judul dan tema yang sudah ditentukan.Dengan dibimbing oleh Ust.Purnomo Sidiq,para crew survior melakukan tugasnya masing-masing.Untuk memperoleh informasi yang akurat tentang batik,Honda,Flexi,maka para crew mading melakukan perjalanan jurnalistik ke beberapa narasumber yang bisa memberikan informasi akurat kepada para crew.

     Tanggal 10 Maret 2012,para crew survior berkunjung ke Griya Karya Descranasda,Nganjuk.Kunjungan tersebut bertujuan untuk mencari informasi-informasi tentang batik asli Indonesia.Disana juga terdapat batik Anjuk Ladang asli dari Nganjuk.

     Salah satu crew mengaku optimis 95% terhadap artikel yang dibuat,karena menulis sudah menjadi hobinya.”Harapan saya ,semoga mading ini bisa menjadi sarana bagi para remaja.jadi meskipun zaman sudah globalisasi ,tetap harus menghargai budaya Bangsa sendiri”,ungkap Ane ,salah satu crew survior SMA Pomosda. (Dinda)
READ MORE - Crew Survior Mading Ngebut Bikin Artikel

Selasa, 13 Maret 2012

Intip Kesibukan Crew Mading SMA POMOSDA yuuuk..!!


para  kru mading sedang sibuk 
mengerjakan mading mereka
   Pomosda sejak 16 Februari 2012, para crew mading SMA Pomosda mulai bekerja keras untuk membuat mading yang akan dilombakan di Perang Mading By Kediri School Contest.Dengan bertemakan Modern Ethnic ,para crew mading mengambil judul “Goersan Malam Tangan Bangsa”,Judul itu diambil karena para crew mading ingin memfokuskan ke batik yang biasanya digambar dengan menggunakan malam.
 Dengan kreatifitas tangan para santri,tahap demi tahap pembuatan mading sudah terselesaikan,hanya beberapa tahap saja yang belum terselesaikan dengan sempurna.Para crew mading mengaku ada beberapa kendala dalam proses pembuatan mading,yaitu keterbatasan waktu dan alat yang diperlukan dallam membuat kerangka mading.
 Mading SMA Pomosda diperkiarakan akan selesai maksimal tanggal 15 Maret 2012.Dengan dikejar waktu yang mengharuskan mading terselesaikan dengan segera,maka para crew bekerja dengan keras demi membawa nama baik Pomosda ke Public.Terkadang para crew harus bekerja sampai larut malam untuk menyelesaikan tahap demi tahap mading itu.
Salah satu Cre mading yang kami wawancarai mengutarakan kesannya selama mengerjakan mading.”Kesan saya senang bisa ikut School Contest.Bisa cari pengalaman baru”,begitu ungkapnya kepada kami (13/03).(Dinda)



READ MORE - Intip Kesibukan Crew Mading SMA POMOSDA yuuuk..!!

 
Design by Mustofa Abdul Hanan | Achmad Ali Fauzi | Dinda Nindya Putri